Rabu, 23 Maret 2016

AKUNTANSI INTERNASIONAL

LATIHAN “AKUNTANSI INTERNASIONAL : Hal 40”

10.     Situs Web Bursa Efek memberikan informasi dan kemudahan penggunaanya secara berbeda-beda . Diminta: pilihlah dua dari bursa efek yang terdapat dalam Apendiks 1-2. Jelajahilah situs Web masing-masing bursa efek tersebut. Buatlah tabel yang membandingkan situs tersebut dalam jenis dan kualitas informasi yang disajikan dan kemudahan penggunaan situs Web tersebut. Apakah informasi pers dari perusahaan emiten tersedia dalam bahasa inggris? Bagaimana hubungan dengan situs Web perusahaan emiten? Ketentuan pencatatan saham? Data harga dan volume sekuritas yang tercatat? Informasi yang membantu bagi investor?


            Jawaban:



Amerika Serikat (www.nyse.com)
Austria
Jenis dan kualitas informasi yang disajikan
Pada situs web ini, jenis dan kualitas informasi yang disajikan sangat beragam. Kendati demikian, hal tersebut mudah dipahami oleh masyarakat dunia. Jenis informasinya bervariasi seperti grafik, tabel, maupun tulisan dalam bentuk deskriptif (teks).
Sama halnya dengan jenis dan kualitas informasi yang terdapat pada situs web Amerika Serikat. Disini jenis informasinya juga bervariasi, seperti dalam bentuk grafik, tabel, maupun deskriptif (teks). Kualitas informasi juga tidak diragukan lagi kebenaran dan keakuratannya.
Kemudahan penggunaan situs web
Penggunaan situs web ini sudah sangat memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi, karena setiap data yang ada sudah terklasifikasikan (terkelompokkan) dengan baik dan benar sesuai dengan tujuan dan jenis informasinya itu sendiri.
Kemudahan dalam penggunaan situs web ini juga dapat dirasakan oleh masyarakat dunia yang mengaksesnya. Semua data dan informasi telah dikelompokkan dalam golongan yang tepat agar mudah mencari data yang diperlukan.
Informasi pers tersedia dalam bahasa inggris
Didalam situs web Amerika Serikat ini, informasi pers dari perusahaan emiten tersedia dalam bahasa inggris (bahasa internasional).
Didalam situs web Austria ini, informasi pers dari perusahaan emiten tersedia dalam bahasa inggris (bahasa internasional) dan bahasa Deutsch.
Hubungan dengan situs web perusahaan emiten
Situs web ini memperlihatkan hubungan dengan perusahaan emiten yang terdapat pada menu Regulation, kemudian pilih Member Firm Financial dan Operational Compliance.
Hubungan dengan situs web perusahaan emiten dapat dilihat dalam menu Members dimana didalamnya terdapat sub menu Member List, Membership, Members only – Xetra dan Members only – Reports.
Ketentuan pencatatan saham
Untuk melihat ketentuan dalam pencatatan saham pada web ini dapat ditemukan pada menu Intercontinental Exchange, lalu pilih investors, kemudian memilih menu Ir Resources dan pilih Stocks Information.
Dalam mengekspos pencatatan sahamnya, negara Austria dalam situs web ini pun tidak mencatatnymengelompokkannya dalam menu yang mudah untuk diakses oleh para pembaca.
Harga dan volume sekuritas
Informasi mengenai harga dan volume sekuritas terdapat dalam menu Data & Tech yang didalamnya berisi Market Data Feeds, Tech & Connectivity, Indices, Listed Quotes, Data & Tech Resources.
Pada situs web ini terdapat informasi mengenai harga dan volume sekuritas yang dapat terlihat pada menu Marketplace & Products. Didalamnya terdapat banyak pilihan sub menu sesuai dengan kebutuhan para pembaca.
Informasi yang membantu bagi investor
Terdapat data dan informasi yang ditujukan bagi pihak investors dalam menu Intercontinental Exchange, lalu pilih investors, dimana terdapat sub menu yaitu Financial Information yang berisi annual report perusahaan yang terdaftar.
Informasi yang dipaparkan dalam situs web ini juga sangat berguna bagi para investor yang terletak dalam menu Investors. Didalamnya terdapat kategori pilihan yaitu News, Companies, Corporate Action & Splits, New Listings & Delistings, Corporate Calendar, Invest in Austria, dan Analyses & Research.


Perbandingan tampilan antara situs www.nyse.com dengan www.wbag.at yaitu:

Amerika Serikat (www.nyse.com)



Austria (www.wbag.at)



Sumber:
http://en.wienerborse.at/



12.  Apabila anda memiliki sejumlah uang yang signifikan untuk diinvestasikan dan memutuskan untuk diinvestasikan dan memutuskan untuk menginvestasikan uang tersebut dalam indeks saham suatu negara, maka sesuai dengan Tampilan 1-8, di negara atau negara-negara manakah Anda akan menginvestasikan uang Anda? Ketetapan akuntansi manakah yang akan memainkan peran paling besar dalam keputusan anda?

Jawaban:

Jika kami memiliki sejumlah uang untuk diinvestasikan dan memutuskan untuk menginvestasikan , kami akan memilih negara yang sedang berkembang karena pada tampilan 1-8 transaksi yang terjadi di bursa saham negara- negara yang secara ekonomi sedang berkembang secara umum melampaui performa transaksi di negara- negara industri yang telah maju. Hal ini disebabkan karena investor lebih tertarik melakukan investasi di negara yang sedang berkembang karena adanya manfaat keuntungan yang diharapkan investor seperti murahnya upah buruh, mudahnya mendapatkan sumber daya maupun bahan mentah yang belum dieksploitasi secara optimal, dan menemukan pasar baru bagi pemasaran produk. Ketetapan akuntansi yang paling memainkan peran dalam pengambilan keputusan adalah pelaporan dan dan pengungkapan. Hal yang perlu dilakukan dalam pelaporan adalah penyajian data yang berisi informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan. Sedangkan tindakan yang dilakukan dalam pengungkapan adalah pengungkapan informasi yang dihasilkan dari pelaporan. Ketentuan pengungkapan ini adalah cara untuk melindungi investor dimana investor menerima informasi material yang tepat pada waktunya dan dapat dilindungi melalui pengawasan dan penegakan aturan yang efektif. Pengungkapan harus cukup banyak sehingga memungkinkan investor untuk membandingkan perusahaan antar industri dan antar wilayah.




KASUS 1-2 BENCHMARK GLOBAL: PT INFOSYS TECHNOLOGIES

Apabila mengacu pada kesinambungan dari laporan keuangan perusahaan lain dalam satu industry yang sama masih sangat relevan dalam hal memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan bagi investor. Hal ini dapat terlihat dari perbandingan laporan keuangan dari masing-masing perusahaan. Contoh perusahaan yang kami ambil dalam perbandingan laporan keuangan yaitu perusahaan PT TATA Consultancy Services yang merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di Mumbai, India. Didirikan pada tahun 1968 oleh J.R.D Tata. Menghasilkan berbagai macam produk teknologi informasi. Perusahaan ini memperkerjakan 313.757 pekerjanya pada tahun 2014. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 46 negara (Wikipedia.org).

Gambar 1.1 Daftar Isi dari Laporan Keuangan PT TATA Consultancy Service (Atas) dan PT Infosys Technologies (Bawah)

Apabila dilihat dari contents atau isi dari laporan keuangan dari kedua perusahaan tersebut sudah dapat memberikan informasi yang diperlukan oleh para investor namun PT TCS lebih memiliki isi yang komprehensif jika dibandingan dengan PT Infosys.  Hal ini juga dapat dijadikan beberapa pertimbangan oleh para investor karena kelengkapan informasi yang diungkapkan pada laporan keuangan menunjukkan bahwa komitmen yang sesuai dengan prinsip akuntansi yaitu “transaparansi dan akuntabel”. Hal ini dapat dijadikan bahan pertimbangan yang harus dievaluasi oleh PT Infosys. Selain itu investor juga melihat berbagai kondisi dalam menilai kebijakan untuk berinvestasi yaitu dengan cara menganalisis rasio dari laporan keuangan itu sendiri dan juga melihat kondisi makro dari suatu negara baik isu politik, ekonomi, social, hokum dan budaya.. dibawah ini akan kami tampilkan perbandingan rasio dari kedua perusahaan tersebut yaitu sebagai berikut:

COMPANY
ROA
ROE
DER
DAR
INFOSYS
18,66%
24,39%
30,56%
23,38%
TCS
26,14%
38,03%
40,12%
27,58%
                        Sumber : Data diolah, 2016

Apabila dilihat dari keempat analisis rasio laporan keuangan diatas, maka kami akan melakukan pertimbangan untuk berinvestasi pada perusahaan Tata Consultancy Services karena tingkat pengembalian (return) yang lebih besar daripada Infosys Ltd.





Gambar 1.2 Balance Sheet TATA Consultancy Service Limited




Gambar 1.3 Balance Sheet Infosys Technologies Limited


Gambar 1.4 Statement of Profit and Loss TATA Consultancy Service Limited



Gambar 1.5 Statement of Profit and Loss Infosys Technologies Limited

           Selain dari rasio keuangan investor melihat kondisi dari suatu negara tersebut khususnya isu politik yang sangat dapat mempengaruhi gejolak pasar. Sampel dari kedua perusahaan tersebut merupakan perusahaan IT yang berpusat diindia. Banyak pertimbangan dalam melakukan investasi dalam perusahaan tersebut.
Keadaan geografi dan besarnya negara India, serta ditunjang dengan adanya topografi yang berbeda, telah membuatnya menjadi salah satu tujuan paling menarik untuk berinvestasi, khususnya dibidang manufaktur dan industri jasa. Selain itu, India juga merupakan negara yang menarik untuk melakukan alih daya kegiatan, pekerjaan pengembangan perangkat lunak, pusat kontak pelanggan atau pengaktifan proses bisnis teknologi Informasi. Sektor-sektor yang diminati untuk menarik investasi asing secara langsung agar masuk ke India antara lain peralatan listrik, sektor jasa (keuangan dan non keuangan), telekomunikasi, industri transportasi, bahan bakar, bahan kimia, kegiatan konstruksi, obatan dan farmasi, pengolahan makanan, semen dan gipsum produk.
Dengan demikian, India merupakan salah satu dari beberapa pasar di dunia yang menawarkan perkiraan tinggi untuk pertumbuhan dan potensi penghasilan yang tinggi pada hampir semua bidang usaha, khususnya di bidang pariwisata, teknologi Informasi dan sektor pertanian. Alasan yang paling kuat bagi penanam modal untuk berada di India adalah bahwa India menyediakan pengembalian laba atas investasi (ROI) dengan tingkat yang tinggi. Delhi, Mumbai, Bangalore, Gujarat, Andhra Pradesh dan Chennai adalah tempat pertama yang dituju untuk pemasukan investasi asing secara langsung. Dalam rangka mendorong aliran investasi, pemerintah India telah mendirikan lembaga fasilitasi untuk beberapa investasi, yang meliputi:
·         Investasi Asing Promosi Board
·         Implementasi Kewenangan Investasi Asing
·         Investasi Komisi
·         Sekretariat Industri Assistance
·         India Brand Equity Pondasi
Selain itu terdapat beberapa kebijakan politik di negara India yang dapat berakibat pada keputusan investor seperti “Look East Policy” merupakan kebijakan pemerintah India sebagai upaya untuk menumbuhkan hubungan ekonomi dan hubungan strategis lainnya yang luas dengan negara-negara kawasan Asia lainnya dalam rangka menunjang posisi India sebagai kekuatan regional. Asal-usul kebijakan ini sendiri muncul dari kesadaran politik India dengan fokus utama memperdalam hubungan yang saling menguntungkan antara India dengan Asia Tenggara.
Kebijakan “Look East Policy” dengan reformasi ekonomi India tahun 1991 juga telah menjadikan ekonomi India semakin terintegrasi dengan dunia global, namun tidak hanya itu ekonomi India juga telah berhasil pindah ke dalam lintasan yang lebih tinggi dari pertumbuhan dan peningkatan yang ada dalam beberapa sektor ekonomi baik mikro maupun makro. Dengan standar hidup masyarakatnya yang semakin membaik, menjadikan pasar di India lebih menjanjikan bagi investor baik lokal maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.
Apabila dilihat dari perbandingan dari praktik pelaporan keuangan yang kami lakukan antara perusahaan yang sejenis diindonesia yaitu PT Metrodata Electronic Tbk. Pada dasarnya praktik akuntansi antara kedua negara ini berbeda apabila dilihat dari isi kompenan laporan keuangan. Di Indonesia penyajian laporan keuangan itu sendiri diatur dalam PSAK 1 “ Penyajian Laporan keuangan “. Adapun dalam penyajian laporan keuangan haruslah memiliki prinsip transaparansi dan akuntabel. Selain itu juga terdapat beberapa komponen dalam Laporan Keuangan Lengkap sebagai berikut:
1.      Laporan Posisi Keuangan
2.      Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
3.      Laporan perubahan ekuitas
4.      Laporan arus kas
5.      Catatan atas laporan keuangan
6.      Informasi kompartaif
Apabila dikaji dari laporan keuangan PT Infosys Technologies terdapat beberapa diferensiasi yaitu tidak adanya komponen perubahan ekuitas.  Selain itu juga terdapat penyusunan komponen yang berbeda yaitu mengenai penyusunan laporan laba rugi dimana PT Infosys mencantumkan Hutang dan Modal terlebih dahulu. Namun pada prinsipnya kedua perusahaan tersebut sudah melakukan penyajian pengungkapan laporan keuangan secara transaparansi.


Sumber:
www.haryoprasodjo.com
http://id.reingex.com/India-Foreign-Direct-Investment-FDI.shtml
Annual report TATA Consultany Services Limited 2015
Annual report Infosys Technologies Limited 2015
Annual report PT Metrodata Electronics 2014

Jumat, 01 Januari 2016

ETIKA DALAM KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Etika adalah aturan tentang baik dan buruk. Beretika dalam berbisnis adalah suatu pelengkap utama dari keberhasilan para pelaku bisnis. Etika profesional dikeluarkan oleh organisasi bertujuan untuk mengatur perilaku para angota dalam menjalankan praktek profesinya. Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat.
Selain itu dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi.  Tanpa etika di dalam bisnis, maka perdaganan tidak akan berfungsi dengan baik.

v  Etika Bisnis Akuntan Publik
Kita harus mengakui bahwa akuntansi adalah bisnis, dan tanggung jawab utama dari bisnis adalah memaksimalkan keuntungan atau nilai shareholder. Tetapi kalau hal ini dilakukan tanpa memperhatikan etika, maka hasilnya sangat merugikan. Kantor akuntan publik merupakan tempat penyediaan jasa yang dilakukan oleh profesi akuntan publik sesuai dengan Standar Peraturan Akuntan Publik (SPAP). Akuntan publik berjalan sesuai dengan SPAP karena akuntan publik menjalankan jasa auditing, atestasi, akuntansi danreview serta jasa akuntansi. Agar kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik semakin tinggi, maka organisasi profesional ini memerlukan standar tertentu sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatannya. Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan. Delapan butir tersebut terdeskripsikan sebagai berikut:
1.      Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

2.      Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas professionalisme. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

3.      Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

4.      Objektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi.

5.      Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.

6.      Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.

7.      Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8.      Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan objektivitas. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.


v  Tanggung Jawab Sosial Kantor Akuntan Publik Sebagai Entitas
Gagasan bisnis kontemporer sebagai institusi sosial dikembangkan berdasarkan pada persepsi yang menyatakan bahwa bisnis bertujuan untuk memperoleh laba. Persepsi ini diartikan secara jelas oleh Milton Friedman yang mengatakan bahwa tanggung jawab bisnis yang utama adalah menggunakan sumber daya dan mendesain tindakan untuk meningkatkan laba mengikuti aturan main bisnis. Dengan demikian, bisnis tidak seharusnya diwarnai dengan penipuan dan kecurangan. Pada struktur utilitarian diperbolehkan melakukan aktivitas untuk memenuhi kepentingan sendiri. Untuk memenuhi kepentingan pribadi, setiap individu memiliki cara tersendiri yang berbeda dan terkadang saling berbenturan satu sama lain.
Menurut Smith, mengejar kepentingan pribadi diperbolehkan selama tidak melanggar hukum dan keadilan atau kebenaran. Bisnis harus diciptakan dan diorganisasikan dengan cara yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai entitas bisnis layaknya entitas-entitas bisnis lain, Kantor Akuntan Publik juga dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi.  Artinya, pada Kantor Akuntan Publik juga dituntut akan suatu tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Namun, pada Kantor Akuntan Publik bentuk tanggung jawab sosial suatu lembaga bukanlah pemberian sumbangan atau pemberian layanan gratis. Tapi meliputi ciri utama dari profesi akuntan publik terutama sikap altruisme, yaitu mengutamakan kepentingan publik dan juga memperhatikan sesama akuntan publik dibanding mengejar laba.

v  Krisis Dalam Profesi Akuntansi
Profesi akuntansi yang krisis bahayanya adalah apabila tiap-tiap auditor atau attestor bertindak di jalan yang salah, opini dan audit akan bersifat tidak berharga. Suatu penggunaan untuk akuntan akan mengenakkan pajak preparers dan wartawan keuangan tetapi fungsi audit yang menjadi jantungnya akuntansi akan memotong keluar dari praktek untuk menyumbangkan hampir sia-sia penyalahgunaannya. Perusahaan melakukan pengawasan terhadap auditor-auditor yang sedang bekerja untuk melaksanakan pengawasan intern, keuangan, administratif, penjualan, pengolahan data, dan fungsi pemasaran diantara orang banyak.
Akuntan publik merupakan suatu wadah yang dapat menilai apakah laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi ataupun audit. Perbedaan akuntan publik dengan perusahaan jasa lainnya yaitu jasa yang diberikan oleh KAP akan digunakan sebagai alat untuk membuat keputusan. Kewajiban dari KAP yaitu jasa yang diberikan dipakai untuk make decision atau memiliki tanggung jawab sosial atas kegiatan usahanya. Bagi akuntan berperilaku etis akan berpengaruh terhadap citra KAP dan membangun kepercayaan masyarakat serta akan memperlakukan klien dengan baik dan jujur, maka tidak hanya meningkatkan pendapatannya tetapi juga memberi pengaruh positif bagi karyawan KAP. Perilaku etis ini akan memberi manfaat yang lebih bagi manager KAP dibanding bagi karyawan KAP yang lain. Kesenjangan yang terjadi adalah selain melakukan audit juga melakukan konsultan, membuat laporan keuangan, menyiapkan laporan pajak. Oleh karena itu terdapat kesenjangan diatara profesi akuntansi dan keharusan profesi akuntansinya. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Akuntan, sebagai berikut:
a.       Berkaitan dengan earning management.
b.      Pemerikasaan dan penyajian terhadap masalah akuntansi.
c.       Berkaitan dengan kasus-kasus yang dilakukan oleh akuntan pajak untuk menyusun laporan keuangan agar pajak tidak menyimpang dari aturan yang ada.
d.      Independensi dari perusahaan dan masa depan independensi KAP. Jalan pintas untuk menghasilkan uang dan tujuan praktek selain untuk mendapatkan laba.
e.       Masalah kecukupan dari prinsip-prinsip diterima umum dan asumsi-asumsi yang tersendiri dari prinsip-prinsip yang mereka gunakan akan menimbulkan dampak etika bila akuntan tersebut memberikan gambaran yang benar dan akurat.

v  Regulasi Dalam Rangka Penegakan Etika Kantor Akuntan Publik
Setiap orang yang melakukan tindakan yang tidak etis maka perlu adanya penanganan terhadap tindakan tidak etis tersebut. Tetapi jika pelanggaran serupa banyak dilakukan oleh anggota masyarakat atau anggota profesi maka hal tersebut perlu dipertanyakan apakah aturan-aturan yang berlaku masih perlu tetap dipertahankan atau dipertimbangkan untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan lingkungan. Secara umum kode etik berlaku untuk profesi akuntan secara keselurahan kalau melihat kode etik akuntan Indonesia isinya sebagian besar menyangkut profesi akuntan publik. Padahal IAI mempunyai kompartemen akuntan pendidik, kompartemen akuntan manajemen disamping kompartemen akuntan publik. Perlu dipikir kode etik yang menyangkut akuntan manajemen, akuntan pendidik, akuntan negara (BPKP, BPK, pajak).
Kasus yang sering terjadi dan menjadi berita biasannya yang menyangkut akuntan publik. Kasus tersebut bagi masyarakat sering diangap sebagai pelanggaran kode etik, padahal seringkali kasus tersebut sebenarnya merupakan pelanggaran standar audit atau pelanggaran terhadap SAK. Terlepas dari hal tersebut diatas untuk dapat melakukan penegakan terhadap kode etik ada beberapa hal yang harus dilakukan dan sepertinya masih sejalan dengan salah satu kebijakan umum pengurus IAI periode 1990 s/d 1994 yaitu:
1)      Penyempurnaan kode etik yang ada penerbitan interprestasi atas kode etik yang ada baik sebagai tanggapan atas kasus pengaduan maupun keluhan dari rekan akuntan atau masyarakat umum. Hal ini sudah dilakukan mulai dari seminar pemutakhiran kode etik IAI, hotel Daichi 15 juni 1994 di Jakarta dan kongres ke-7 di Bandung dan masih terus dansedang dilakukan oleh pengurus komite kode etik saat ini.
2)      Proses peradilan baik oleh badan pengawas profesi maupun dewan pertimbangan profesi dan tindak lanjutnya (peringatan tertulis, pemberhentian sementara dan pemberhentian sebagai anggota IAI).
3)      Harus ada suatu bagian dalam IAI yang mengambil inisiatif untuk mengajukan pengaduan baik kepada badan pengawasan profesi atas pelanggaran kode etik meskipun tidak ada pengaduan dari pihak lain tetapi menjadi perhatian dari masyarakat luas.

v  Peer Review
Peer review atau penelaahan sejawat (Bahasa Indonesia) merupakan suatu proses pemeriksaan atau penelitian suatu karya atau ide pengarang ilmiah oleh pakar lain di suatu bidang tertentu. Orang yang melakukan penelaahan sejawat disebut penelaah sejawat atau mitra bestari (peer reviewer). Proses ini dilakukan oleh editor atau penyunting untuk memilih dan menyaring manuskrip yang dikirim serta dilakukan oleh badan pemberi dana untuk memutuskan pemberian dana bantuan. Peer review ini bertujuan untuk membuat pengarang memenuhi standar disiplin ilmu yang mereka kuasai dan standar keilmuan pada umumnya. Publikasi dan penghargaan yang tidak melalui peer review ini mungkin akan dicurigai oleh akademisi dan profesional pada berbagai bidang. Bahkan, pada jurnal ilmiah terkadang ditemukan kesalahan, penipuan (fraud) dan sebagainya yang dapat mengurangi reputasi mereka sebagai penerbit ilmiah yang terpercaya.


Contoh Kasus:
Pelanggaran Etika Dalam Kantor Akuntan Publik “Petrus Mitra Winata”

Latar Belakang Masalah:
Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati (2007) membekukan izin akuntan public Drs. Petrus Mitra Winata dari KAP Drs. Mitra Winata dan Rekan selama dua tahun, dimulai sejak 15 Maret 2007. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Dapartemen Keuangan, Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima Hukumonline, menjelaskan bahwa sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan public tersebut melakukan pelanggaran terhadap SPAP. Pelanggaran tersebut berkaitan dengan pelaksanaan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya, PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004.
Akibat dari pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Petrus Mitra Winata, Drs. Petrus dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum, review, audit kinerja dan audit khusus. Yang bersangkutan juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP, namun tetap bertanggung jawab atas jasa-jasa yang diberikan, serta wajib memenuhi ketentuan mengikuti pendidikan professional berkelanjutan (PPL).
Pembekuan izin oleh Menkeu tersebut sesuai dengan Keputusan Menkeu Nomor 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menkeu Nomor 359/KMK.06/2003.

Analisis:
Kasus diatas menjelaskan adanya pelanggaran dalam profesi akuntan, yaitu pelanggaran yang dilakukan oleh akuntan publik terhadap standar atau kode etik yang telah ditetapkan mengenai etika dalam kantor akuntan publik. Dalam kasus tersebut menyatakan bahwa akuntan yang bersangkutan secara sengaja bekerja sama dengan kliennya dalam rangka melakukan rekayasa atas laporan keuangan pada perusahaan kliennya sekitar hamper 4 tahun dari tahun buku 2001-2004. Akuntan tersebut (Drs. Petrus) diduga telah bertindak menyimpang dari kode etik yang telah ditetapkan yaitu etika dalam kantor akuntan publik untuk dapat meraih keuntungan bagi dirinya sendiri ataupun untuk rekannya.

Berkaitan dengan permasalahan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sanksi kepada akuntan yang bersangkutan berupa pembekuan izin, yaitu dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum, review, audit kinerja dan audit khusus, dan dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP. Akuntan tersebut telah melanggar kode etik akuntan khususnya SPAP. Pelanggaran tersebut tidak menunjukan prinsip-prinsip perilaku seorang akuntan publik, yaitu tidak menjunjung tinggi kejujuran dan tidak bertanggung jawab dalam penyampaian bukti, serta mengabaikan nilai objektifitas, lemahnya moral, tidak independen, lebih memilih kepentingan pribadi. Perbuatan semacam ini telah menciderai etika profesi akuntan dan dampaknya akan menimbulkan citra yang buruk dimata masyarakat mengenai profesi akuntan dan kantor akuntan publik.


Sumber: