Rabu, 03 Juli 2013

KETERKAITAN PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

           Sering terdengar sebuah kata “Pengangguran” dan “Kemiskinan”. Ya, dua kata tersebut tidaklah asing ditelinga kita sebab disitulah ada sebuah keterkaitan yang sangat erat. Ini termasuk kedalam suatu permasalahan sosial didalam masyarakat. Pengangguran dan kemiskinan ini banyak terjadi di negara-negara lain, termasuk di negara Indonesia ini sendiri. Banyak sekali di Indonesia ini masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dan tidak berpenghasilan yang dapat dikatakan sebagai pengangguran. Terjadinya hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktor umumnya yaitu ketidakseimbangan karena adanya tingkat penawaran kerja yang berlebih sedangkan permintaan kerjanya hanya sedikit atau bisa dikatakan tidak mampu memenuhi penawaran kerja yang ada (jumlah tenaga kerja).

            Seharusnya keadaan seperti ini haruslah dengan cepat diambil tindakan supaya dampaknya tidak dirasakan oleh masyarakat lainnya atau bahkan negara ini sendiri. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat pengangguran. Pemerintah dan masyarakat haruslah berjalan seiring supaya dapat saling topang menopang untuk memajukan kesejahteraan semuanya. Beberapa dampak yang sudah real terlihat yaitu tumbuhnya tingkat kriminalitas atau kejahatan. Banyaknya orang yang pengangguran (tidak bekerja & tidak berpenghasilan) akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan uang, atau mungkin benda apapun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Logikanya jika kita tidak bekerja, maka kita tidak akan memiliki penghasilan, lalu kita pun tidak dapat menjalani kehidupan ini sebab kita tidak mempunyai apapun. Inilah yang memicu pikiran sebagian orang untuk menghalalkan semua cara, yaitu tindak kriminal pun dilakukan seperti mencuri, merampok, mencopet, menipu, membunuh, dan lain sebagainya.

            Semakin maraknya tingkat pengangguran, maka akan terjadinya suatu kemiskinan. Kemiskinan ini terjadi karena tidak adanya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akibatnya banyak sekali terjadinya kelaparan sebab tidak dapat membeli sesuap nasi untuk makan, kurangnya gizi pada tubuh kita, daya beli pada pasar pun menurun sebab tidak adanya uang untuk melakukan transaksi jual beli, tidak adanya pendapatan negara dari sektor pajak yang seharusnya dibayarkan seperti PBB, PPN, dan PPH, kriminalitas terjadi dimana-mana, dan bisa saja membuat para investor asing tidak mau menanamkan sahamnya di negara ini disebabkan takut mengalami kerugian. Semuanya berakibat buruk dan sangat merugikan semua pihak.


            Oleh karena itu, mulailah dari diri sendiri, kita generasi muda penerus bangsa untuk belajar dengan baik supaya kelak kita dapat memiliki pekerjaan yang kita cita-citakan dan tidak akan menjadi orang yang termasuk golongan “Pengangguran” dan tidak menjadi orang yang merasakan buruknya “Kemiskinan” supaya dapat juga membantu negara ini menjadi negara yang maju, tidak lagi menjadi negara berkembang, serta dapat memajukan kesejahteraan dan kedamaian dunia. Bekerja samalah dengan pemerintah serta semua orang yang ada untuk mengatasi sedikit demi sedikit dampak dari keterkaitan pengangguran dengan kemiskinan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar